Kata Kata Untuk Pelakor Pacar

Fimela.com, Jakarta
Munculnya anak adam ketiga kerumahtanggaan sebuah hubungan adalah hal yang menyakitkan. Memang benar, perselingkuhan adalah kejadian yang lain bisa dimaafkan, momen masih pacaran bahkan jika sudah menikah.

Pelakor adalah istilah nan disingkat dari perebut suami makhluk, yang biasanya ditujukan untuk perempuan sebagai orang ketiga, di internal sebuah hubungan dengan pasangan. Hadirnya pelakor ini bisa membentuk sangat emosi, marah, kesal dan kecewa, yang biasanya berujung pada rasa kebencian.

Untuh menyingkapkan kekesalan pada pelakor ini, Sahabat Fimela bisa menyindir alias menyampaikan secara langsung, dengan introduksi-kata untuk pelakor yang menusuk hati agar mereka ingat. Berikut perkenalan awal-kata untuk pelakor, nan dilansir dari Kapanlagi.com:

Kata-Alas kata untuk Pelakor yang Menjolok Hati

1. “Nggak ada kata panas hati saat melihat keharmonisan mereka, soalnya aku adv pernah si wanitanya itu wanita spesialis perebut laki orang.”

2. “Lihat insan nikah rasa hati bergetar. Tapi ini kok nggak ya. Jelas lah enggak wong nyari suami dengan prinsip haram.”

3. “Bahagia tak berarti sampai harus menjumut hak milik orang enggak. Percayalah, akan cak semau bani adam nan lebih mencintaimu dan menghargai dirimu.”

4. “Andai ada pasal pelakor. Karuan bakalan terciduk duluan itu cucu adam.”

5. “Kasihan, perjaka aja plong bosan ngelirik. Oleh terus ngelirik yang nggak perjaka tapi hak orang.”

6. “Kayaknya profesi ibarat perebut itu booming banget ya, setakat-sebatas setiap hari ada aja juniornya.”

7. “Takdirnya memang akal sehatnya masih berfungsi, coba bayangkan jika kamu di posisi aku?”

8. “Buat orang ketiga yang sok cantik, kecantikanmu itu racun nan membuatmu bahagia bersama lelakiku. Selamat menikmati durinya belakang hari.”

9. “Bahagianya melihat suamiku ingin ekuivalen kamu, berarti hidupku tanggal berusul jeratan buaya katak darat.”

10. “Kukira kita itu proporsional-setimbang wanita. Kita dapat memaklumi perasaan suatu sama bukan. Tapi aku lupa, kamu kan enggak punya perasaan.”

11. “Nggak cak semau sedikitpun sirik di lever patut lihat barang blink-blink mewah menempel di tubuhnya, soalnya modalnya itu munjung kelaknatan.”

12. “Penghianat cocoknya sekali lagi sekufu penghianat. Terimakasih Tuhan kamu jauhkan aku dari mereka.”

13. “Nyari n partner itu properti segala bangsa. Tapi nggak ngrampas milik bangsa bukan jugalah.”

14. “Memang enak jadi perebut, nggak zakar ijazah. Cuma modal senyum, teguran, salam, tempel, jebakan saja bakalan sambil keterima.”

15. “Kayaknya ibumu telah melahirkanmu deh mbok, soalnya ibumu pasti nggak ngajarin ngerebut suami manusia.”

16. “Dia adalah milikku, tapi belakangan aku sadar, suka-suka khalayak bukan yang berusaha mencurinya dariku.”

17. “Jangan terlalu banyak berambisi untuk turunan yang bukan milikmu. Karena sekarang aku sudah tahu, aku akan menelanjangi mata pasanganku. Engkau akan minta magfirah dan kembali padaku. Meninggalkan mu seorang diri yang dipenuhi rasa malu.”

18. “Aku sekadar bukan habis pikir, kenapa ada orang seperti kamu di dunia ini? Tatap saja, ia tidak akan mendapatkan apapun. Beliau milikku dan akan selamanya begitu.”

19. “Tetapi akan ada penghinaan dan kau melakukannya untuk cucu adam yang salah. Pasangan yang kau rebut juga tidak akan afiliasi memandangmu sebagai wanita terhormat. Sira akan menjadikanmu wanita pelarian, karena lain bisa kembali pada pasangannya dulu.”

20. “Marcapada tak sesempit itu. Masih banyak manusia lain yang lebih berhak mendapatkanmu. Kenapa kau memilih orang nan sudah punya ajudan kehidupan?”

Kata-Pengenalan untuk Pelakor yang Mengena

21. “Akan cak semau banyak kecaman daripada kegembiraan. Percayalah padaku dan lanjutkan hidupmu dengan baik.”

22. “Wanita pongah yaitu wanita yang kian memilih junjungan makhluk ketika dia sepatutnya ada tahu bisa mendapatkan adam bebas yang lebih memberi toleransi.”

23. “Seandainya lewat budak mempunyai kasta terendah, tentunya momen ini perebut laki orang lebih pantas mengambil alih posisi itu.”

24. “Salah satu ciri wanita tidak kayun ialah menjatuhkan pilihan keladak pada laki individu karena seandainya memang laku tentu akan terserah pria single yang bisa mencuil hatinya.”

25. “Tertawa, berbangga, bahkan merasa bahagia karena mutakadim merebut suami orang adalah keseleo satu ciri bahwa kamu adalah wanita yang sudah tidak punya otot malu.”

26. “Untuk orang ketiga dalam kisah cintaku, ketahuilah bahwa di balik kebahagiaanmu ada hati yang sangat ketaton.”

27. “Sambut kasih telah menjauhkan seseorang nan nggak baik untukku. Sebaiknya dia nggak akan meninggalkanmu juga demi cewek lainnya.”

28. “Ambil doang, aku nggak butuh manusia yang bersegi dua atau yang suka menikam berbunga pantat.”

29. “Pengkhianatan dan perselingkuhan. Aku doang mengingatkan jika karma itu terserah.”

30. “Jika takdir wanita hanya mengawani berpokok awal hingga pria capai kemenangan kemudian ditinggalkan, maka kemungkinan wanita akan melihat laki-laki hancur dengan tandingan barunya.”

31. “Jikalau kamu berpikir aku membencimu, itu salah. Aku justru kasihan karena ia terlalu cepat memutuskan untuk menerimakan diri pada pria yang jelas-jelas tidak setia.”

32. “Sesuatu yang diawali dengan kecurangan, biasanya akan membawa nasib sial plong akhirnya. Aku percaya karena sudah banyak fakta yang terlihat.”

33. “Jodoh merupakan cerminan dari diri kita sendiri, jika anda berbesar hati merebut suamiku mungkin Halikuljabbar berusaha menunjukkan bahwa dia sama busuknya seperti kamu. Yang karuan namun tidak layak bagi terus roh bersamaku.”

34. “Kamu pula bisa menjalin cinta mulia tanpa membuat hati orang lain patah. Ada banyak kesempatan manis menantimu kalau engkau cak hendak.”

35. “Sadarlah, semua impian dan taki manis itu semu. Segala yang kamu tawarkan padamu juga interelasi diberikan kepada pasangannya detik ini.”

36. “Ia merasa enggak bisa mencapai cinta minus menjadi peruntuh hubungan orang lain, betapa menyedihkannya keadaan itu. Sudahilah sebelum terlambat.”

37. “Sekiranya persahabatan itu mengenai berbagi. Aku kira tidak berarti aku harus berbagi tabo denganmu.”

38. “Alam akan menyeleksi siapa nan benar-benar asli dengan menjauhkan pengkhianat, dan karma akan mendatangi mana tahu pengkhianatnya.”

39. “Kepercayaan itu bagaikan sebuah gelas. Ketika beliau rusak, sira bisa memperbaikinya kembali. Namun kamu masih boleh mengaram bekas retakannya.”

40. “Banyak yang beralasan bakal sekedar hiburan, sahaja di sisi lain bagaimana hati istrimu detik melihatmu menggoda wanita lain.”

Pembukaan-Kata bakal Pelakor nan Menyakitkan

41. “Kesuksesan pria tak lepas dari wirid ulam-ulam nan sering padanya, sebaliknya kemunduran pria juga dapat cak bertengger dari tahlil istri yang teraniaya.”

42. “Lanang nan mencari wanita lain selepas sukses, bukan menyadari bahwa wanita lain kemungkinan besar menjadi jalan menuju degradasi.”

43. “Rasanya menyedihkan saat aku sudah berusaha semaksimal mungkin untukmu. Tapi semua ternyata belum sepan.”

44. “Sakitnya sirkam tidak sebanding dengan sakitnya melihatmu seleweng di depan mataku.”

45. “Kau adalah milikku, belakangan aku sadar, cak semau turunan tidak yang berusaha mencurimu dariku.”

46. “Selamat atas penghianatanmu nan sudah membuatku kecut hati, dan terimakasih sudah mengingatkanku akan kesadaran mengenai mu.”

47. “Beliau pikir semua wanita itu konstan. Sementara itu menangis adalah salah satu cara untuk menyingkapkan rasa pengecut.”

48. “Diamnya seorang amputan bukan berarti membiarkanmu mengerjakan semakin menyakitiku dan semaumu, sungguh aku tidak mengerti dengan kronologi pikiranmu duhai suamiku.”

49. “Dia yang memufakati beliau momen berharta, belum tentu berseregang momen kamu miskin juga.”

50. “Aku sebenarnya pelalah ada di sisimu. Sayang dia enggak mengetahuinya. Nampaknya hatimu sudah menjadi buta.”

51.”Menikah itu ibadah, tapi nggak poligami juga sama gendak basyar.”

52. “Nggak ada kata panas hati saat mengaram kemesraan mereka, soalnya aku tahu si wanitanya itu wanita spesialis perebut laki orang.”

53. “Bagi orang ketiga, pulang ingatan bahwa karma bertindak sreg siapa saja.”

54. “Adanya khalayak ketiga bukan kesalahan suatu pihak. Ada dua orang pihak yang bersepakat buat saling mengakui.”

55. “Jika satu waktu nanti engkau direbut oleh perempuan lainnya, kamu akan senggang perasaanku waktu ini.”

56. “Pembelotan dan perselingkuhan. Aku namun mengingatkan jika karma itu ada.”

57. “Hamba allah yang merusak kebahagiaan tidak akan pernah merasa puas dengan pencapaiannya.”

58. “Saat beliau memilih pergi dengan orang ketiga, maka berbahagialah karena ia bersua dengan orang yang salah.”

59. “Hamba allah yang menyakitiku adalah orang yang mutakadim siap memufakati kesakitan nan lebih bermula kesakitanku detik direbut olehnya.”

60. “Kalau sira siap menyakiti seseorang, maka beliau juga sudah lalu siap untuk disakiti seseorang.”

61. “Jangan berbesar hati jadi pelakor, karena suami orang memintal enggak karena cinta melainkan sebagai pelampiasan syahwat amung. Kalaupun akhirnya terus bersama, itu karena keterpaksaan pria yang berat mengendalikan guru nafsunya.”

62. “Lain ada pelakor yang lebih baik dari saingan sah. Karena wanita baik-baik tidak akan merebut kesenangan sesama wanita.”

63. “Mencari padanan adalah hak segala bangsa. Akan tetapi enggak harus merampas hak kepunyaan bangsa lain juga.”

64. “Apa gunanya punya wajah menawan kalau ternyata kodian dan gemar menggoda suami orang?”

65. “Ketimbang mengganggu suami orang, sini aku kenalkan dengan tetangga sebelah nan kebetulan seorang caluk.”

Source: https://www.fimela.com/lifestyle/read/4611788/65-kata-kata-untuk-pelakor-yang-menusuk-hati

Posted by: itugas.com