Cara Belajar Rumus Membuat Aplikasi

Jika sebelumnya Anda sudah belajar membuat website dengan hosting cloud. Saat ini saatnya Anda nelajar prinsip mewujudkan aplikasi Android nan sebenarnya tidaklah sesulit bayangan Anda. Malah, koteng pemula sekali lagi dapat membuat permohonan Android nan baik.

Syaratnya, Anda harus mengimak wahyu pembuatan yang tepat. Sudahlah, melalui artikel ini kami akan menjelaskan cara membentuk aplikasi Android dengan mudah menggunakan
Android Studio
.

Sebelum berlatih cara membuat aplikasi Android, suka-suka sejumlah hal nan Anda perlukan, merupakan:

  1. Install Android Bengkel seni
    – Sebelum Engkau membuat aplikasi Android, Kamu harus menginstall software Android Studio.
  2. Spesifikasi Laptop
    – Spesifikasi yang dibutuhkan merupakan RAM minimal 3GB. Nan direkomendasikan 8GB RAM, dan lampiran 1GB bagi menjalankan Emulator Android.

Cara Membuat Aplikasi Android

Cara membuat aplikasi Android dengan Android Padepokan bisa ditempuh dalam delapan langkah, yaitu:

  1. Buat Project di Android Padepokan
  2. Pilih jenis project
  3. Konfigurasi project
  4. Membuat interface di View
  5. Membuat interface di ViewGroup
  6. Request Data Analyzer
  7. Menampilkan data menggunakan RecylerView
  8. Mengedepankan dataset

Silakan kita simak penjelasannya cak satu demi satu satu!

1. Lakukan Project di Android Studio

Kaidah buat petisi purwa, merupakan bentang Android Studio nan sudah Anda install. Lalu klik

Start a new Android Bengkel seni project

lakukan takhlik project baru.

Baca juga: Mengenal Kotlin, Bahasa Pemrograman untuk Tuntutan Android

2. Pilih Jenis Project

Selepas itu, Kamu akan diarahkan ke halaman
Activity. Diskriminatif jenis
Empty Activity
karena Kamu akan menciptakan menjadikan aplikasi dari nol.  Setelah itu, klik
Next
untuk melanjutkan pembuatan project.

3. Konfigurasi Project

Kemudian Beliau mesti mengkonfigurasi project aplikasi Android nan akan Anda buat. Jadi, isilah informasi berikut:

  • Nama Activity dan Project: Digunakan untuk identitas berbunga petisi untuk memuluskan proses develop aplikasi.
  • Package Name: Yaitu nama identitas berusul class yang digunakan untuk pemanggilan suatu program di Android.
  • Save Location: Lokasi penyimpanan project.
  • Language: Bahasa pemrograman yang digunakan
  • Minimum Jago merah Level: Digunakan cak bagi proses running hasil tuntutan Android yang akan melanglang puas versi Android.

Setelah semua detail permakluman terisi, klik
Finish
untuk mulai takhlik aplikasi Android.

Setelah itu, Anda akan diarahkan ke dashboard pembuatan aplikasi Android sebagaimana di radiks ini.

Baca kembali: Barang apa itu Permintaan Native? Simak Penjelasan Lengkapnya Berikut ini!

4. Membuat Interface di View

Cara bikin petisi kesudahannya masuk ke bagian user interface. User interface adalah tampilan visual dari Android. User Interface koteng menggabungkan konsep desain visual, desain interaksi, dan infrastruktur pesiaran.

Nah, ada dua jenis interface dalam pembuatan tuntutan Android, yaitu
View
dan
ViewGroup. Berikut kami jelaskan untuk takhlik interface di View.

View adalah komponen di layar nan dapat dilihat langsung oleh pengguna. Terdapat empat komponen View dalam aplikasi Android, merupakan
TextView,
ImageView,
ListView, dan
GridView.

Kami akan menjelaskannya cak satu demi satu satu di dasar ini:

TextView

TextView merupakan komponen yang berguna bakal
mengutarakan teks
ke layar. Berikut ini adalah teladan kode untuk membentuk TextView.

        <TextView    android:layout_width="wrap_content"    android:layout_height="wrap_content"    android:text="Hello World!"    app:layout_constraintBottom_toBottomOf="parent"    app:layout_constraintLeft_toLeftOf="parent"    app:layout_constraintRight_toRightOf="parent"    app:layout_constraintTop_toTopOf="parent"    android:textColor="#0635e0"    android:textSize="72px"    android:layout_marginLeft="113dp"      android:layout_alignBaseline="@android:id/accessibilityActionContextClick"    android:textStyle="bold"/>
      

Gambar dibawah ini merupakan contoh penaruhan kode TextView pada file
activity_main.xml.





ImageView

ImageView adalah komponen untuk
menampilkan rajah. Bikin mengedepankan ImageView, Dia boleh menambahkan kode di bawah ini ke  file
activity_main.xml.

        <ImageView    android:id="@+id/imageView2"    android:layout_width="400dp"    android:layout_height="110dp"    app:srcCompat="@drawable/merek"    />
      

Rencana di pangkal ini adalah kamil penempatan kode ImageView pada file
activity_main.xml.





ListView

Selanjutnya, ada onderdil ListView nan fungsinya adalah untuk
menampilkan informasi internal bentuk
list.

Dalam pembuatan ListView, Engkau perlu menambahkan beberapa kode puas file
activity_main.xml,
strings.xml, dan,
MainActivity.java.

Pertama, Kamu terbiasa menambahkan kode di bawah ini plong file
activity_main.xml:

        <ListView    android:id="@+id/listView"    android:layout_width="match_parent"    android:layout_height="match_parent" />
      

Buram di pangkal ini merupakan kamil penempatan kode ListView pada file
activity_main.xml.

Kedua, Kamu perlu menambahkan kode di bawah ini lega file
strings.xml. Fungsinya adalah cak bagi memasukkan item segala apa saja yang masuk ke dalam list.

        <string-array name="countries_arry">    <item>Unlimited Hosting</item>    <item>Cloud Hosting</item>    <item>Cloud VPS</item>    <item>Domain</item>    <item>SSL</item>    <item>Blog</item> </string-array>
      

Gambar di bawah ini adalah contoh penempatan kode ListView sreg file
strings.xml.

Ketiga, Anda mesti menambahkan function sreg file
MainActivity.java. Fungsinya adalah agar list yang Beliau lakukan dalam file
strings.xml
bisa unjuk pada tuntutan Android. Berikut kode yang wajib Anda tambahkan:

        
          public class MainActivity extends AppCompatActivity implements AdapterView.OnItemClickListener{    ListView listView;    ArrayAdapter<CharSequence> adapter;     @Override    protected void onCreate(Bundle savedInstanceState) {        super.onCreate(savedInstanceState);        setContentView(R.layout.activity_main);         listView = (ListView)findViewById(R.id.listView); // memanggil listview pada activity_main.xml        adapter = ArrayAdapter.createFromResource(this,R.array.countries_arry,android.R.layout.simple_list_item_1); // kita akan menyapa logo array dan layout viewnya.        listView.setAdapter(adapter);        listView.setOnItemClickListener(this); // list jika di klik maka akan muncul pesan sesuai yang di klik    }     @Override    public void onItemClick(AdapterView<?> parent, View view, int position, long id) {        Toast.makeText(this,adapter.getItem(position), Toast.LENGTH_SHORT).show();  //proses pesan detik diklik    } }
      

Gambar di pangkal ini adalah contoh peletakan ListView pada file
MainActivity.java.





GridView

GridView adalah komponen cak bagi
menampilkan pemberitaan n domestik rencana grid
. Dalam pembuatan GridView, Anda harus menambahkan beberapa kode pada dua file, ialah
activity_main.xml
dan
MainActivity.java.

Pertama, Beliau harus menambahkan kode di bawah ini lega file
activity_main.xml.

        <TextView    android:id="@+id/txtJudul"    android:layout_width="wrap_content"    android:layout_height="wrap_content"    android:text="Nama Bulan"    android:textSize="30sp"    android:textColor="#0635e0"    android:textStyle="bold"/>/>   <GridView    android:id="@+id/gridView1"    android:layout_width="fill_parent"    android:layout_height="fill_parent"    android:layout_alignParentRight="true"    android:layout_below="@+id/txtJudul"    android:layout_marginTop="50dp"    android:columnWidth="100dp"    android:horizontalSpacing="20dp"    android:numColumns="auto_fit"    android:stretchMode="columnWidth"    android:verticalSpacing="40dp"> </GridView>
      

Gambar di asal ini adalah ideal penaruhan GridView pada file
activity_main.xml.




Kedua, Anda teristiadat menambahkan kode plong file
MainActivity.java
moga function di file GridView bisa berjalan dengan baik. Berikut kode yang teristiadat ditambahkan.

        public class MainActivity extends Activity {    private String[] bulan = {"Januari","Februari","Maret", "April","Mei","Juni","Juli", "Agustus","September","Oktober", "Nopember","Desember"};    private GridView grid1;    private ArrayAdapter<String> adapter;    @Override    protected void onCreate(Bundle savedInstanceState) {        super.onCreate(savedInstanceState);        setContentView(R.layout.activity_main);        grid1 = (GridView) findViewById(R.id.gridView1); //takhlik adapter agar item wulan menempel pada gridview        adapter = new ArrayAdapter<String>(MainActivity.this, android.R.layout.simple_list_item_1, bulan); //menerapkan adapter plong korban grid1        grid1.setAdapter(adapter); //penggunaan listenernya mirip dengan listener puas listview    } }
      

Gambar di bawah ini ialah contoh penempatan GridView lega file
MainActivity.java.




5. Menciptakan menjadikan Interface Melintasi ViewGroup

Cara untuk tuntutan selanjutnya masuk ke membentuk interface dengan ViewGroup. ViewGroup yakni sebuah ajang yang mewadahi target-objek View dan ViewGroup itu sendiri sehingga membentuk satu ahadiat tampilan tuntutan yang utuh.

Berikut yaitu catur komponen ViewGroup:

  • LinearLayout
  • FrameLayout
  • RelativeLayout
  • TableLayout

Di sini kami akan mengklarifikasi dan memberikan contoh beberapa komponen ViewGroup.

LinearLayout

Pertama, LinearLayout adalah layout yang berfungsi untuk
menampilkan suku cadang-komponen di dalamnya secara mengufuk atau vertikal.

LinearLayout memiliki atribut weight untuk masing-masing child View yang berguna bagi menentukan porsi ukuran View dalam sebuah ruang (space) yang tersedia.


FrameLayout

Kedua,  FrameLayout adalah layout yang minimum tertinggal. Layout ini akan membuat komponen yang ada di dalamnya menjadi menumpuk atau saling menutupi satu dengan yang lainnya.

Suku cadang  minimum pertama pada layout ini akan menjadi jenggala bagi suku cadang-komponen di atasnya. Berikut adalah ilustrasi pengusahaan FrameLayout terhadap child view yang dimilikinya.

RelativeLayout

Ketiga, ada RelativeLayout. Layout ini adalah yang minimum laur, sebab posisi masing-masing komponen di dalamnya dapat mengacu secara relatif pada komponen lainnya.

Selain itu, kamu juga boleh mengacu secara relatif ke tenggat layar.

TableLayout

Bontot, terserah TableLayout. Susunan komponen dalam TableLayout berharta kerumahtanggaan leret dan kolom. Belaka, layout spesies ini bukan akan menyodorkan garis pewatas cak bagi baris, kolom, atau cell-nya.

6. Request Data Adapter

Adapter ialah onderdil yang akan menata bagaimana mengedepankan data dalam ListView tersebut.

Komponen inilah nan
menyempatkan akses ke data per item
dan juga
bertanggung jawab bikin membuat sebuah View pada setiap item
dalam kumpulan data.

Berikut ialah gambaran silsilah proses request data adapter:

  1. Adapter akan memanggil method getView().
  2. Setelah itu, getView() akan mengembalikan sebuah view pada setiap item dengan menggunakan adapter view.
  3. Method getView() akan menata format layout dan kesesuaian data pada item dengan adapter view.
  4. Terakhir, getView() akan mengembalikan View baru kerap kali dipanggil. Ini akan berkarisma sreg performa permohonan. Jika Anda membuat View mentah sebagai solusinya, sebenarnya ini berlebih berlebihan karena detik view plonco telah dibuat, View yang lama masih akan tersimpan. Untuk itulah Android memiliki fitur Recycles yang berfungsi untuk mendaur ulang View ini.

7. Menyampaikan Data Menggunakan RecylerView

RecyclerView yaitu sebuah komponen tampilan (widget) nan bertambah canggih ketimbang pendahulunya, ListView.

Dia berkarakter bertambah fleksibel. RecyclerView memiliki kemampuan bakal menyorongkan data secara efisien dalam kuantitas yang besar. Terlebih jika Anda mempunyai koleksi data dengan elemen yang mampu berubah-ubah sederum dijalankan (runtime).

8. Menampilkan Kumpulan Database Memperalat Dataset

Dataset adalah kumpulan data nan dimiliki dan kepingin ditampilkan di aplikasi Android. Bisa berupa array, list, maupun object map.

Cukuplah, jika Beliau mewujudkan aplikasi yang membutuhkan penyimpanan database yang besar, Anda bisa menggunakan VPS (Virtual Private Server). Salah satu penyedia hosting yang menyediakan layanan VPS yaitu Niagahoster.

VPS Hosting Niagahoster mutakadim kondusif SSD, RAM 2 siapa lipat dari RAM dedicated, Network link 100Mb/s, dan Weekly Auto Backup sehingga mampu memenuhi kebutuhan permohonan Android Anda.

5 Tools Takhlik Aplikasi Android Online

Selain menggunakan software, Anda bisa takhlik permintaan android secara online. Dengan begitu, enggak mesti lagi menginstal ini itu. Karena, Anda bisa melakukan cara membuat tuntutan android online langsung dengan web browser.

Di bawah ini, kami sudah menyeleksi 5 tools membuat petisi android online terbaik.

1. Appy Pie

Untuk pemula, Appy Pie akan menjadi tools belajar membuat aplikasi android online paling kecil difavoritkan. Selain karena percuma, ada banyak fitur yang bisa Anda coba biarpun belum menguasai skill coding.

Dengan desain interface yang user-friendly, mudah kerjakan Anda buat mewujudkan dan memodifikasi aplikasi android. Lain hanya itu, Anda pula boleh membuat versi iOS-nya juga, lho!

Mendesain tampilan dengan Appy Pie juga mudah. Engkau bisa membuat ikon, header, layar, dan banyak lagi. Jika tidak ingin repot, Appy Pie juga menyempatkan database icon yang bisa langsung Anda gunakan.

2. Swiftic

Swiftic menekankan fokus pada ekspansi aplikasi seluler untuk bisnis. Bagi Anda nan kepingin membentuk petisi cak bagi e-commerce atau online shop, tools ini tentu sangat cocok.

Dengan Swiftic, petisi android dapat terhubung langsung ke WooCommerce ataupun Shopify. Selain itu, Anda bisa membangun katalog dagangan, membuat opsi pemesanan, serta menawarkan penyetoran langsung melalui aplikasi.

3. GameSalad

Terbit namanya saja, pasti Anda sudah tahu tools membuat petisi android online ini lakukan melebarkan game. Menggunakan GameSalad, Beliau bisa mewujudkan mimpi andai perakit game alih-alih penikmat sekadar.

Platform ini cocok sekali bagi pemula. Tanpa menguasai skill coding, Anda bisa menciptakan adegan dan karakter yang diinginkan. Terlebih, cak semau akses ke forum kekerabatan sehingga permainan Kamu bisa mendapatkan banyak masukan.

4. BiznessApps

Mandu menciptakan menjadikan aplikasi android untuk pemula berikutnya yaitu dengan menggunakan BiznessApps.

Tools membuat aplikasi android online ini mewah memenuhi kebutuhan dagang katai apapun. Dengan sistem manajemen konten nan berkawan, pengaruh elemen boleh dilakukan dengan mudah.

Jika Kamu malas membangun aplikasi android dari zero, BiznessApps sudah meluangkan template siap pakai. Silakan lakukan modifikasi template sesuai keinginan dengan dukungan makin dari 1000 icon dan berbagai fitur desain menarik.

Jadi, melakukan mandu menciptakan menjadikan aplikasi android sendiri menjadi lebih mudah.

5. Appery

Appery adalah tools mewujudkan permohonan android online yang cocok digunakan untuk kolaborasi bersama cak regu. Anda boleh dengan mudah membagikan dan berkreasi secara real-time dengan partner.

Selain itu, Appery juga cocok bagi pemula sampai nan sudah lalu memahami coding. Tools ini memungkinkan Ia mewujudkan interface dengan cara drag and runtuh. Anda juga bisa memungkiri tampilan menjadi HTML, CSS, Java, maupun kode lainnya.

Baca Kembali: Inilah Rekomendasi Hosting bakal Aplikasi Android

Belajar Membentuk Aplikasi Android Mudah, Bukan?

Beliau bisa membuat Aplikasi Android bakal meninggi penyetoran keuangan lho, caranya mudah banget Anda cuma perlu mendaftarkan ke Google Admob. Buat panduan tentang Google Admob Anda bisa klik Artikel di sini.

Demikian artikel prinsip mewujudkan aplikasi Android, menggunakan Android Bengkel seni. Takdirnya masih ada soal, jangan sungkan lakukan pergi di rubrik komentar, ya!

Dan jika Anda tercantol buat membangun permintaan dengan layanan Virtual Private Server, yuk klik tombol di dasar ini!

Source: https://www.niagahoster.co.id/blog/cara-membuat-aplikasi-android/